Sun. Oct 25th, 2020

Seni Drama Tradisional Representasi Masyarakat Nusantara Yang Berbudaya Adi Luhung

2 min read

WWW.JARRAKGALLERY.COM
Seni Drama tradisional adalah perpaduan. expresi,Kerta base/ tata bahasa daerah,Tata Busana menurut peran,lucu komedian dan juga sedikit ada pesan hidup.

Ekpresi disini perpaduan seni tatarias muka dlm peran ada kalanya berwajah serem, berwajah sedikit polesan nyerupain muka kera, muka kucing dan lainnya. Punpula ada expresi wibawa,manja,dan kalem. biasa hal ini di ekpresikan oleh peran RAJA MUDA dan peran Putri Deha.

Kerta base atau sor singgih bahasa juga di tampakkan dlm pertunjukan drama.
Bahase nista, madya, utama.
Nista saat percakapan panukawan raja terkadang dilog mereka mengunakan base nista.

Madia saat saapertemuan panukawan dengan para abdi dalem/ kerajaan seperti halnya dengan maha patih atau dg amaq bangkol inak bangkol.

Utae/Utama ini sering di pakai saat peparuman di bencingah agung antara komunikasi raja muda dengan arah enda maha raja.

Ketiga tingkat kertha bahase diatas adalah mrmberi pesan kpd kita saat mana kita mengunakan ke 3 tingkatan bhs yg telah kita ketahuin turun temurun…ternyata tataran paribahase ini tdk hanya kita kenalin di negara kita juga dikenal di negara lain seperti di negara korea..juga mengenal tingkat paribahase komunikasi ketika mereka bercakap dg adik, kakak, paman dan kpd orang tua atau kakek.

Tata busana.
Perhatikan tata busana jika di cermati ada pembeda…peran maha patih, panukawan, rajatua, raja muda, putri dan dayang- dayang.
Peran raja dan maha patih pastinya mengunakan busana songket tenun asli mengkipal dan ada estetika tenun ukit bunga dan bun bunan/ tanaman merambat…itu mencirikan ke agungan dan keindahan alam terhias pd busana raja yg dikenakannya.

Utk dayang dan panukawan cukup kain endek yg tak mengkilap biasa paduan busana batik dan kain poleng hitam putih..
Juga tata busananya ada busana AGUNG dan Busana madie/a.
Tertanda berbeda pesan yg tersampekan kepada pemirsa. busana ditempatkan sebagae ciri kedudukan dlm strata sosial sehari hari.

*DIALOG*

Dlm dialog drama multi dialog bisa lucu, bisa sedih,marah, dan berdialog bamban/ mejekkan jiwa lembut teduh menyenangkan.

Berikut ada dialog romantika.Perpaduan tersebut tersaji dlm pementasan drama gong yg telah turun temurun kita saksikan mana kala ada acara kawinan, hajatan, pipdalan dll.

Intinya pertunjukan seni dalam acara begawe adalah pelengkap upacara utk beri peliang liang atau beri kesenangan bagi yg menonton dan hadir pada pementasan tersebut.

Drama gong katagori pertunjukan seni bebalian. artinya tontonan juga terselipkan tuntunan hidup sehari hari.

Namun dia tdk katagori tarian wali / tari wali nan sakral.(Red/Aj)

Penulis: Oke Jelantik ketua bidang seni dan hubungan internasional HIPPI NTB
.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

September 2020
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Open chat
Whatsapp Me